Makanan Khas KalTeng


Ikan Jelawat


    Ikan Jelawat adalah salah satu jenis ikan yang hanya hidup di Kawasan Kalimantan saja. Ukurannya sedang, yaitu sekitar 25cm saja panjangnya. Umumnya, ikan jelawat ini diolah dengan cara dibakar atau digoreng, kemudian dicampur dengan bumbu yang khas seperti bawang putih, jahe, garam, dan bumbu pelengkap lainnya. Daging ikan jelawat yang putih dan lembut berpadu dengan segarnya kuah yang berwarna cokelat kehitaman, memberikan pengalaman baru untuk lidah hanya lewat satu suapan pertama.

Keripik Kelakai


    Keripik Kelakai hanya bisa ditemui di daerah Kalimantan Tengah. Keripik yang terbuat dari tumbuhan kelakai ini kaya akan kandungan gizi seperti zat besi, beta karoten, dan Vitamin C. Kalakai merupakan tanaman paku pakuan yang tumbuh di hutan tropis Kalimantan. Tanaman ini sejak jaman dahulu sudah dimanfaatkan oleh suku Dayak sebagai bahan makanan. Salah satunya dijadikan cemilan berupa keripik. 

Daun dari tanaman kalakai dilapisi dengan adonan tepung, dan juga bumbu. Kemudian digoreng dalam minyak panas. Rasa dari daun ini sudah cukup gurih, sehingga ketika dijadikan keripik akan semakin nikmat. Tanaman Kalakai juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini diyakini dapat mengobati penyakit seperti diare, anemia dan menjaga kekencangan kulit agar terlihat awet muda. Keripik Kelakai ini bisa kamu jumpai di toko oleh-oleh makanan khas Palangkaraya, atau bisa juga ditemui di beberapa daerah lain di Kalimantan Tengah.

Wadi


    Umumnya makanan tradisional Palangkaraya ini dimasak dengan cara digoreng dan dikukus. Ditambah dengan sambal serai dan sepiring nasi hangat, makanan khas Palangkaraya satu ini dijamin akan memanjakan perutmu. Wadi merupakan sebuah proses atau teknik untuk memfermentasikan bahan makanan yang dilakukan oleh masyarakat suku Dayak Kalimantan Tengah. Bagi penduduk sekitar Palangkaraya memang suka mengolah hidangan ikan dengan cara diawetkan seperti ini karena hasil dari ikan yang cukup banyak. Karena jika jumlahnya yang banyak tidak cepat diolah, maka akan cepat basi dan tidak aman untuk dikonsumsi. Secara turun temurun tradisi ini terus berkembang dan bahkan menjadi makanan khas yang hanya bisa di dapat di daerah Kalimantan saja. 

Proses pembuatan Wadi membutuhkan waktu yang cukup lama. Proses wadi ini biasanya dilakukan menggunakan bahan dasar yang terdiri dari beras dan garam yang disangrai. Untuk menghasilkan hidangan yang sesuai, waktu yang dibutuhkan adalah sekitar satu minggu. Jenis ikan yang sering dijadikan sebagai ikan wadi juga tidak sembarangan. Jenis ikan yang sering dijadikan sebagai wadi yaitu ikan nila dan ikan patin. Rasa yang dihasilkan yaitu asin, gurih dan ada rasa asam sedikit yang lezat ketika disantap. 

Telur Ikan Masak Kuning


    Kekayaan kuliner seafood di Palangkaraya tak hanya berhenti di Ikan Jelawat dan Wadi saja, masih ada panganan tradisional Palangkaraya lain yang bisa jadi pilihanmu, yakni Telur Ikan Masak Kuning. Dengan tekstur telur ikan yang kenyal dengan bumbu kuning yang gurih dan manis memberikan cita rasa unik untuk lidahmu.

Keripik Ikan Seluang


    Begitu melimpahnya ikan di daerah Kalimantan, menjadikan para warganya sering membuat olahan makanan yang berbahan dasar ikan. Salah satu ikan yang terkenal yaitu bernama ikan Seluang. Ikan Seluang ini memiliki bentuk yang kecil dan lumayan memiliki daging. Sehingga kebanyakan akan diolah dengan cara digoreng. Ketika digoreng, ikan ini akan memiliki tekstur yang renyah dengan rasa yang gurih, sangat cocok menjadi teman nasi dan ditemani dengan sambal. Produk olahan ikan Seluang ini akan mudah dicari di setiap warung makan atau toko oleh-oleh khas Palangkaraya. Karena memiliki ketahanan dan keawetan yang cukup lama, maka sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh.

Juhu Umbut Rotan


    Juhu umbut rotan adalah hidangan sayur yang bahan utamanya adalah ujung rotan muda. Makanan ini populer di Kalimantan Tengah karena mudahnya menemukan rotan sebagai bahan baku. Juru masak harus bekerja ekstra untuk membersihkan kotoran serta duri-duri dari rotan. Ujung rotan tersebut kemudian dimasak dengan banyak rempah sehingga rasanya lebih lezat.

Juhu umbut rotan biasanya dimasak dalam kuah santan, tetapi ada juga yang menggunakan kuah bening. Sekilas tampilan masakan khas Palangkaraya ini mirip dengan gulai. Sayuran ini biasanya dimasak atau dihidangkan bersama ikan sungai dan nasi putih. Rasa dari rotan muda ini sedikit pahit dan gurih maka dari itu perlu dicampurkan bersama rempah-rempah. Teksturnya sendiri sangat kenyal dan tidak keras.

Juhu Kujang


    Juhu kujang adalah makanan Palangkaraya berupa sayur yang berbahan utama keladi. Kuahnya terdiri dari beragam rempah seperti kunyit, cabai, laos, lengkuas, dan bawang. Keladinya harus diproses secara khusus agar tidak menimbulkan gatal-gatal saat dimakan. Makanan ini sudah mulai langka, namun masih bisa ditemukan di kedai sederhana atau restoran yang menyajikan menu lokal.

Sayur juhu kujang biasanya dicampur bersama sedikit bahan lain seperti daun nangka muda. Potongan ikan sungai terkadang juga dimasukkan ke dalam kuah. Sayur ini juga bisa dihidangkan sebagai pendamping ikan bakar. 

Kalumpe


    Makanan khas Palangkaraya yang satu ini merupakan sayur-sayuran. Kalumpe terbuat dari daun singkong yang ditumbuk halus. Kemudian dicampur dengan terong kecil lalu ditambahkan bumbu rempah-rempah. Kalumpe cocok dihidangkan dengan nasi hangat, sambal dan lauk lainnya.

Lemang


    Lemang sebenarnya berasal dari Melayu. Namun karena pada jaman dahulu persebaran orang Melayu sangat pesat, maka banyak dari mereka yang menetap di pulau Kalimantan. Hingga akhirnya kemudian lemang menjadi bagian dari makanan khas Palangkaraya. Makanan ini merupakan pengganti nasi. Bentuknya mirip dengan lontong atau ketupat. Bahan yang digunakan juga sama yaitu beras ketan. Namun proses pengolahannya yang berbeda.

Jika lontong atau ketupat dikukus di dalam panci, Lemang dimasak di dalam ruas bambu. Hal tersebut membuat aroma Lemang menjadi semakin harum dan nikmat. Karena ditujukan sebagai pengganti nasi, Lemang cocok dimakan dengan lauk apa saja sesuai selera. Lemang juga menjadi menu wajib ketika ada pesta adat atau acara besar lainnya.

Rabuk Patin Kandas Sarai


    Rabuk Patin ini adalah jenis makanan khas yang berupa abon, karena memang Rabuk itu sendiri adalah sebutan lain dari abon. Abon ini diolah dari bahan dasar ikan, yaitu ikan patin seperti namanya. Sedangkan untuk Kandas Sarai sendiri itu adalah sejenis sambal khas Palangkaraya yang bahannya didominasi oleh serai. Sehingga Rabuk Patin Kandas Sarai ini adalah perpaduan antara abon ikan patin dengan sambal Kandas Sarai.

Perpaduan ini menjadi kombinasi terbaik dan menghasilkan rasa yang sungguh lezat, gurih, wangi, dan pedas tentunya. Rabuk Patin ini sangat cocok dinikmati dengan sepiring nasi hangat yang membuat tubuh semakin semangat. Jika kamu ingin membeli Rabuk Patin Kandas Sarai, mudah sekali, kamu hanya tinggal datang saja ke toko oleh-oleh khas di Palangkaraya, maka dijamin kamu pasti akan menemukannya. 

Bangamat


    Jika Anda tahu kelelawar, hewan ini dijadikan olahan khas lokal. Di Kalimantan, khususnya di Palangkaraya, makanan olahan yang berbahan dasar kelelawar ini namanya yaitu Bengamat. Daging kelelawar ini biasanya dibersihkan dahulu sebelum dimasak, kemudian dimasak dicampurkan dengan jantung pisang serta ditambah dengan bumbu-bumbu khasnya. Banyak orang yang membawa Bengamat ini sebagai oleh-oleh dari Kalimantan.

Kue Getas


    Kue getas adalah kue ketan yang digoreng dan ditaburi gula di bagian luarnya. Rasanya manis dan sedikit gurih, dengan bagian luar yang renyah dan bagian dalam legit. Kue getas dulunya dibuat sebagai makanan alternatif saat musim paceklik melanda. Kini, kue getas lebih dikenal sebagai kudapan yang cocok dinikmati bersama teh atau kopi. Kue getas juga banyak tersedia di pasar tradisional atau dipenjual keliling. Harganya pun sangat ramah di kantong.

Kenta


    Kenta adalah makanan khas Kalimantan Tengah yang terbuat dari beras ketan. Cara penyebutan kenta, e-nya diucapkan seperti pada kata ember. Beras ketan yang baru dipanen disangrai, kemudian ditumbuk menggunakan lesung. Butiran beras ketan itu ditumbuk sampai berbentuk pipih. Setelah itu kenta dicampur dengan air kelapa. Kenta disajikan dengan campuran parutan kelapa. Ada juga yang menambahinya dengan gula, tergantung selera.

Kenta rasanya gurih bercampur manis, tergantung campurannya. Rasa beras ketan yang legit, terasa agak kenyal namun tidak selengket ketan yang sudah dimasak. Makanan ini dimakan sebagai camilan saat sore atau malam hari. Cara penyajiannya bermacam-macam. Ada yang disajikan seperti nasi yang diambil sendiri. Ada juga yang disajikan dalam bentuk kepalan seperti bakpao.











Komentar